sebuah cerita

sebuah cerita

yang lalu,

kala itu aku melihatnya, aku terpana. ya tuhan, jika ini yang terbaik untukku, tolong berikan dia untukku. aku tidak ingin kehilangan lagi!!

setelah 2 minggu kala itu aku melihatnya lagi, kali ini dengan senyum manis tersungging di bibirnya sambil membawa satu tangkai mawar merah yang sepertinya baru saja dipetik. tuhan, apakah itu untukku? atau untuk perempuan elok yang ada di belakangku? namun aku tahu, tidak ada satupun orang di belakangku. hanya kami berdua. kami berdua. ingin saat itu aku menangis. itulah kali kedua seorang laki-laki memberikan bunga kepadaku selain sepupu angkatku. aku terharu, karena aku tahu. yang membawa bunga untukku itu adalah orang yang baru dekat denganku selama 2 minggu dan orang yang aku cintai saat aku mengenalnya. dan BUNGA ITU UNTUKKU. oh tuhan ingin rasanya aku memeluknya dan menjaganya agar dia tak jauh dariku. namun apa yang aku lakukan? aku hanya terdiam dan mengucapkan terima kasih. sungguh tak tahu malu. apakah aku tak tahu bagaimana cara bersikap? apakah aku pura-pura tidak tersanjung ketika diberinya bunga? bodoh. sungguh bodoh.

entah kenapa dia mengucapkan maaf kepadaku. aku bingung. tak tahu harus menjawab apa saat itu. masih lekang dalam ingatanku, bahwa ia mengatakan hal yang begitu tak kuduga. ‘aku ngambil bunga itu hehe, abis ada di sekolah jadi kupetiklah”. saat itu, aku tertawa. tidak menyangka bahwa ia rela mengambil bunga yang tak tahu berasal dari tanaman siapa. aku melihatnya tersipu malu. aku kembali diam dan tersenyum. senyum paling indah dan tulus yang belum pernah kukeluarkan lagi. tidak tahukah ia betapa bahagianya aku? tidak tahukah ia bahwa aku tahu aku tak salah menyayanginya? ia tak pernah tau. aku kembali tertawa dan menenangkannya. aku tau ia sudah berusaha. dan setangkai mawar merah yang ia berikan padaku sudah cukup. ia tak perlu lagi berkata satupun kata untuk menyenangkanku. aku tak peduli ia mencintaiku atau tidak. saat itu aku hanya ingin membuatnya bahagia, dan tidak ingin membuatnya sakit. aku bertekad akan menjaganya dan tidak akan melepaskannya. apapun akan kulakukan untuk melihatnya tersenyum kepadaku.

kini ,

sejak 2 minggu yang lalu, hatiku ingin menangis. sakit teriris menahan sakit. semua kesibukanku, semua pekerjaanku memang bisa menyembunyikan segala perihku. semua tawa semua senyum yang kuberikan semuanya seperti fake plastic tree. aku kecewa namun tak ingin mengganggunya. aku ingin bertanya mengapa ia meninggalkanku, mengapa ia tega membiarkanku selama berminggu minggu tanpa ada kabar. apakah smua janji yang kubuat bersamanya belum cukup? apa semua yang telah kuberikan padanya tidak cukup? apa aku bukan perempuan yang pantas untuknya? tuhaan, aku sudah berusaha menjadi yang terbaik untuknya tapi takkan pernah bisa. aku berusaha menggantikan seseorang di hatinya tapi tak pernah bisa! aku tak pernah cukup baik untuknya. atau apakah aku perempuan murahan yang begitu gampangnya memberikan hatiku kepada sembarang orang? atau mungkin aku perempuan sampah layaknya pakaian bekas yang berada di sudut garage sale penuh debu dan kotoran? tak tahukah ia bahwa aku selalu percaya dan terlanjur ‘jatuh’ padanya?

hhh lebay LEBAY lebay.

aku tak tahu lagi apa yang kurasakan. semuanya terasa bebal dan kebal. sekarang aku hanya fake plastic tree yang palsu. palsu yang membalut palsu dan yang melindungi kepalsuanku.

jadi, ada yang bilang aku kuat?

HEI, ARE YOU BLIND HUH?

.apakah kalian buta? apakah kalian tuli? lihat dan dengarlah dengan kedua mata dan telinga kalian. apakah orang dengan penuh kepalsuan bisa dibilang kuat? atau seperti apa yang dikatakan ayahku, bahwa sebenarnya aku hanya melarikan diri dari semuanya?

ini semua membuatku tidak percaya akan janji janji. membuatku tidak percaya pada semua orang bahkan sahabatku sendiri. kini aku tak bisa menangis di depan mereka karena kepalsuan yang telah kubuat. kepalsuan yang begitu sempurna yang telah diketahui oleh semua temanku bahwa AKU BAIK BAIK SAJA. aku bukan wanita lemah. aku ingin menjadi batman yang selalu bangkit. aku ingin menjadi baik-baik saja yang asli, bukan palsu seperti ini.

menulis cerita ini terasa berat bagiku. satu minggu begadang hanya untuk menyelesaikan ‘cerita pendek’ ini yang kubuat hanya untuk melampiaskan semua kesedihan yang tak bisa kukeluarkan.

rasa sakit yang tersisa biarlah terpendam dulu. aku hanya tak ingin jika suatu saat nanti meledak sehingga aku kembali jatuh lagi lagi dan lagi.

jika ada yang merasa tersinggung dengan cerita ini, siapapun bahkan ayahku yang sudah tersinggung, tolong maafkanlah aku. maafkanlah aku dan segala kesalahan yang telah kutulis disini. keterbukaan dan peledakan emosional yang terjadi disini. maafkanlah aku.

bencilah aku jika kalian mau. aku hanya tak ingin tertekan lagi seperti dulu. aku tidak akan mau kembali terpuruk seperti dulu. namun jika suatu saat nanti ia memberikanku satu kesempatan lagi, aku akan menunggunya. tetapi jika ia tidak memberikan kesempatan untukku, hanya melihatnya tersenyum saja aku sudah merasa cukup walau sakit melihat perempuan lain yang memenangkan hatinya.

untuk papa dan untuknya :

maafkan aku pa. maafkan aku.

maafkan aku karena aku tidak menyesal menulis semua ini

Advertisement

0 Responses to “sebuah cerita”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s





Follow

Get every new post delivered to your Inbox.